PETUALANGAN DI
KLAN MATAHARI DALAM BUKU BULAN
1. Pendahuluan
Buku
berikut ini dikaji dan ditulis oleh Darwis. Darwis merupakan salah satu
pengarang novel pria Indonesia yang cukup dikenal di kalangan masyarakat kalangan
remaja. Beliau menggunakan nama penanya dalam menulis novel yaitu “Tere Liye”. Beliau
sudah menulis novel sebanyak 23 buku. Beliau lahir di Sumatera Selatan pada
tanggal 21 Mei 1979. Beliau berasal dari keluarga sederhana. Orang tuanya
bermatapencaharian sebagai petani. Beliau tumbuh di pedalaman Sumatera Selatan.
Pendidikan yang ditempuh di SDN 2 Kikim Timur Sumatra Selatan, SMPN 2 Kikim
Timur Sumatera Selatan, SMUN 9 Bandar Lampung, dan Fakultas Ekonomi Universitas
Indonesia. Ia mengisi waktunya setelah kuliah dengan kegiatan menulis buku-buku
fiksi. Untuk novel berjudul Bulan yang terbit tahun 2015 ini merupakan
sambungan dari novel berjudul Bumi yang terbit pada tahun 2014 yang ceritanya
berlanjut ke Bulan dan berlanjut ke novel berjudul Matahari yang terbit pada
tahun 2016. Beliau memiliki istri bernama Riski Amelia dan dua orang buah hati
yaitu Abdullah Pasai dan Faizah Azkia.
Buku yang dikaji ini berjudul Bulan yang ceritanya
mengenai petualangan tiga orang remaja. Buku ini merupakan buku lanjutan dari
buku dengan judul Bumi. Buku ini permata kali diterbitkan oleh PT Gramedia
Pustaka Utama. Alamat penerbitnya adalah Kompas Gramedia Building Blok I, Lantai 5 di Jalan Palmerah Barat 29-37 Jakarta
10270. Buku ini diterbitkan pada tahun 2015 dan di terbitkan lagi tahun 2017
dengan cover barunya. Buku ini memiliki jumlah halaman sebanyak 400 halaman dan
dengan tebal buku 2,5 cm. Ukuran buku ini dengan panjang yaitu 20 cm dan
lebarnya 13,5 cm. Novel ini tergolong sebagai novel untuk dibaca oleh kalangan remaja.
Buku ini menceritakan tentang petualangan tiga orang
remaja yaitu Raib, Seli, dan Ali di Klan Matahari. Mereka datang ke Klan
Matahari bersama dengan Av, Ily, dan Miss Selena untuk bernegosiasi agar Klan
Matahari mau berkerjasama dengan Klan Bulan untuk menghadapi ancaman perang yang
akan terjadi di dunia parallel. Mereka datang dan diterima di Klan Matahari dengan
sangat baik pada saat pembukaan Festival Bunga Matahari, yaitu kompetisi
mencari bunga matahari pertama.
Namun ternyata ketua komsil Klan Matahari
mempunyai rencana lain dibalik diterimanya mereka membuka pintu dunia parallel.
Secara sepihak, Raib, Seli, Ali, dan Ily diminta ikut menjadi kontingen peserta
ke-10 Festival Bunga Matahari. Mereka tidak bisa menolak permintaan ketua komsil
Klan Matahari dan terpaksa ikut dalam festival tersebut. Karena hal tersebut,
pihak Klan Matahari member mereka sedikit kemudahan dengan memberikan
tunggangan berupa serigala putih yang berasal dari Klan Bulan dan diberi
petunjuk pertama untuk menemukan bunga matahari tersebut. Mereka diberi waktu 9
hari untuk mencari bunga matahari yang pertama mekar dengan sisa 2 pentunjuk
rahasia yang harus dipecahkan.
Mereka menemui banyak rintangan tetapi juga
menemui banyak bantuan di sepanjang perjalanan selama 9 hari. Diantaranya
ketika mereka kelelahan saat baru memulai pencarian, mereka bertemu seorang
penduduk lokal bernama Hana yang memberikan tempat berteduh dan bekal makanan.
Setelah itu mereka menemui rintangan berupa gorila yang marah dan burung
pemakan daging. Namun mereka berhasil melewati itu dengan selamat.
Malamnya,
mereka berhasil memecahkan petunjuk pertama yang berupa air terjun yang
bersinar saat malam hari. Mereka bertemu dengan seorang pemburu dari timur yang
mengantarkan mereka memecahkan petunjuk kedua yang berupa ikan yang memancarkan
cahaya saat malam hari dan mengalahkan moster gurita. Mereka tersapu air bah
lalu singgah di sebuah desa namun warga mengusir mereka karena warga
beranggapan bahwa peserta festival bunga matahari yang datang ke desa mereka
akan membawa bencana. Tetapi mereka bertemu dengan tabib desa tersebut yang
memberikan petunjuk untuk petunjuk ketiga yang berupa jamur beracun yang
mengeluarkan cahaya.
Rintangan
terakhir, mereka harus melewati lorong tikus tanah di bawah tanah yang sangat
berbahaya juga bau. Mereka sempat berpikir bunga matahari pertama akan mekar di
kota, namun pemikitan mereka salah. Raib bisa membaca alam dan menemukan maksud
petunjuk ketiga adalah kebun perdu milik Hana. Sesampainya mereka di kebun
Hana, ternyata ada kontingen lain yang sudah tiba namun mereka melakukan banyak
kecurangan dalam festival tersebut. Ketua komsil mengetahui bahwa kontingen
tersebut melakukan banyak kecurangan lalu mengdiskualifikasi mereka dan
memutuskan pemenangnya adalah kontingen Raib.
Rahasia
besar baru saja terbuka. Bunga matahari yang pertama mekar tersebut ternyata
mempunyai kekuatan yang sangat kuat dan luar biasa serta bisa mengabulkan
permintaan apa saja bagi mereka yang memetik dan memegangnya sambil mengatakan
keinginannya. Mengetahui tindakan jahat yang hendak dilakukan ketua komsil
untuk menguasai Klan Matahari, sekuat tenaga Raib, Seli, Ali, Ily, dibantu
dengan Av, Miss Selena, dan seorang anggota komsil berusaha menghalangi
tindakan jahat ketua komsil. Mereka menang dan berhasil menjatuhkan ketua
komsil ke penjara bayangan dan menutup akses ke sana selamannya.
2. Festival
Pencarian Bunga Matahari Pertama
Dari 400 halaman dalam
buku yang berjudul Bulan ini, terlihat bahwa
unsur yang sangat menonjol adalah
unsur intrinsiknya yaitu latar tempatnya. Dapat kita lihat bahwa novel ini menampilkan peta Klan Matahari di akhir
halaman buku tersebut. Dari peta Klan Matahari tersebut, pembaca bisa
mengetahui mengenai bagaimana alur perjalanan yang ditempuh oleh tokoh-tokohnya
yaitu Raib, Seli, Ali, dan Ily untuk menemukan bunga matahari dalam Festival
Bunga Matahari selama beberapa hari. Dengan adanya peta tersebut, pembaca bisa
mengerti bagamana perjalanan yang
dijalani dan tempat-tempat yang dilewati oleh tokoh-tokohnya tersebut dalam
berpetualang untuk menemukan bunga matahari.
Bicara
soal kelebihan novel ini, tentu tidak akan jauh dari keahlian Tere Liye untuk menerapkan
dan mengajak kita untuk memasuki dunia yang ada dalam novel tersebut. Dunia paralel
dimana terbagi menjadi tiga buah Klan yaitu Klan Bumi, Klan Bulan, dan Klan Matahari.
Dalam novel ini, menceritakan petualangan tiga orang sahabat yaitu Raib, Seli,
dan Ali. Mereka bertiga bersama Av, Ily, dan Miss Selena menjelajahi kembali
dunia paralel. Dari sana, imajinasi pembaca didorong. Misalnya ketika mereka
baru tiba di Klan Matahari dan menonton pembukaan festival bunga matahari.
Pembaca bisa berimajinasi seperti apa festival yang terjadi dalam cerita
tersebut.
Berdasarkan alurnya, alur yang digunakan dalam buku
ini adalah alur maju dan alur mundur. Akan tetapi, alur dalam buku ini
didominasi dengan alur maju. Dengan menggunakan alur maju, pembaca lebih mudah
mengikuti cerita yang terjadi dalam novel tersebut. Cerita dalam buku Bulan ini
termasuk cukup mudah diikuti oleh pembaca walaupun ini merupakan buku lanjutan dari buku yang
berjudul Bumi. Walaupun para pembaca tidak membaca buku pertamanya yang
berjudul Bumi, saya bisa memahami bagaimana dan mengapa ceritanya bisa seperti
ini didalam bagian awal novel ini diceritakan dan menjelaskan beberapa
informasi penting dalam novel sebelumnya yaitu novel berjudul Bumi yang perlu
pembaca ketahui untuk mengerti serta memahami apa yang terjadi pada tokoh-tokoh
dalam cerita sebelumnya.
Dalam
novelnya juga terdapat nilai kebijaksanaan alam dalam ceritanya dibalut kelihaiannya meramu kata-kata. Novel ini
membagikan pada kita bayangan dunia parallel yang aneh tetapi canggih. Setting
yang kuat dan cerdas. Dengan bayangan
tersebut, buku ini mengajak pembaca untuk membayangkan bagaimana dunia parallel
dan petualangan yang dialami oleh tokoh-tokohnya.
Tidak hanya nilai kebijaksanaan tetapi
terlihat juga nilai persahabatan dari Raib, Seli dan Ali. Mereka memiliki sifat
dan kepribadian yang berbeda-beda tetapi mereka tetap cocok satu sama lain.
Contohnya Raib, ia merupakan anak yang baik hati, sabar dan bijak dan Seli
merupakan anak yang penakut tetapi penyayang, hal tersebut dapat dilihat dari
kepeduliannya terhadap Ali dan Raib. Sedangkan Ali merupakan anak yang jenius,
pemalas, nekat, ingin tahu, suka seenaknya sendiri, dan terlalu percaya diri,
contohnya ketika ia berdebat dengan guru biologi, Pak Gun di kelas. Walaupun
terkadang mereka berselisih pendapat tetapi mereka tetap bersama dan saling
memahami. Kita juga dapat melihat tokoh lainnya seperti Ily. Ily adalah tokoh
yang berasal dari Klan Bulan, ia adalah tokoh yang pintar, ulet, peduli,
ketahanan tinggi, dan memiliki strategi berperang baik. Terlihat didalam salah
satu bab ketika mereka baru saja tiba di Klan Matahari, ketika mereka diminta
untuk menaiki nampan terbang. Raib agak ragu untuk menaiki nampan tersebut
karena sebelumnya ia menaiki benda yang sejenis itu dan ia terjatuh ketika
berada di Klan Bulan. Lalu Ilypun menyadari hal itu dan menawari untuk membantu
Raib menaiki nampan terbang tersebut.
Tentu
saja dalam setiap hal apapun, tidak ada hal yang bisa dikatakan benar-benar sempurna
seperti kata sebuah pepatah yaitu tiada gading yang tak retak dan tidak ada
manusia yang sempurna. Dari 400 halaman novel ini, pastinya terdapat kekuragan-kekurangan.
Contohnya berdasarkan penggunaan kata-kata dalam penulisan
buku ini, saya melihat bahwa penulis
terlalu sering menggunakan kata-kata yang sama dan bagi saya hal ini agak
menjenuhkan. Kata-kata yang sering digunakan berulang kali adalah kata-kata
seperti ‘terbaik’, ‘paling …’, atau ‘lebih dari cukup’ dan masih ada banyak
lagi.
Berdasarkan cerita
dalam buku ini, penceritaan pada permulaan bab-bab sebenarnya cukup asyik dan
menarik. Tetapi saya merasa bahwa banyak pola yang sama sehingga terasa seperti
diulang di bab-bab berikutnya dan membuat saya bosan. Ceritanya dalam buku
tersebut juga kurang dapat memdorong pembaca untuk terus membaca cerita. Saya
membaca bab awal ketika mereka datang ke Klan Matahari dan diminta untuk
mengikuti Festival Bunga Matahari. Setelah itu, saya mulai merasa malas dan
jenuh membaca ceritanya.
Dalam ceritanya,
dibeberapa bagian penulis terlalu banyak menjelaskan latar tempat dimana
tokoh-tokoh tersebut berada. Penjelasan mengenai latar tempatnya terlalu detail
dan terkadang menjelaskan hal yang tidak terlalu perlu untuk dijelaskan kepada
para pembaca. Di sisi lainnya, konflik dalam cerita ini muncul terlalu lama
sehingga pembaca menjadi jenuh duluan sebelum konfliknya muncul.
Berdasarkan dialog
antara keempat tokoh, Raib, Seli, Ali dan Ily selama petualangan rawan
kejanggalan. Raib dan Ali bisa bicara pada Ily menggunakan bahasa bulan.
Namun keduanya tidak paham bahasa matahari. Untuk bisa memahami orang-orang dari
Klan Matahari mereka mesti meminta bantuan Seli menerjemahkan. Selain itu, Seli
tidak bisa bicara dengan Ily, karena Ily hanya bisa bahasa bulan, tapi entah
kenapa di beberapa bagian buku ini sesekali Ily merespon apa yang dikatakan
Seli. Kalau bukan merespon, saya lihat dia menunjukkan kepahaman. Aneh, bukan?
Lalu ada adegan yang merusak logika
cerita. Seseorang yang tinggal di dunia Klan Matahari, di suatu hutan, bertemu
dengan mereka. Orang itu sampai sekarang mengira keempat anak yang ia temui
adalah kontingen asli dari Klan Matahari. Padahal, mestinya ketika mereka
berdialog, orang itu paham hanya dengan melihat Seli yang terus menerjemahkan
kalimat pada ketiga temannya. Apa dia tidak penasaran sewaktu hanya bisa bicara
pada satu dari keempat orang?
3. Penutup
Berangkat
dari cover buku, awal halaman hingga akhir halaman nuku berjudul Bulan ini,
saya dapat melihat dan menyimpulkan bahwa cover buku ini sangatlah menarik dan
terlihat memiliki nilai sastra yang cukup tinggi tetapi setelah saya membaca
novel ini. Isi dari novel ini tidak memiliki nilai sastra yang tinggi seperti
apa yang saya lihat pada covernya. Buku ini cukup menarik untuk pembaca
kalangan remaja karena buku ini menceritakan sebuah kisah petualangan tiga
orang remaja di Klan Matahari. Ketiga orang remaja itu bersama satu temannya
berpetualang untuk mencari bunga matahari pertama dalam rangka mengikuti
Festival Bunga Matahari.
Berdasarkan penglihatan saya, novel berjudul Bulan ini bisa dikatakan
cukup bagus. Terlihat dan terbukti bahwa novel ini diterbitkan lagi dengan
cover baru di kemudian harinya. Banyak pembaca yang terdengar cukup puas
setelah membaca novel ini dan penasaran cerita lanjutan dari novel ini. Cerita
dalam novel ini juga tidak hanya dalam satu novel tetapi berjalan dengan tiga
novel yaitu berawal dari Nove berjudul Bumi ke novel berjudul Bulan dan yang
terakhir novel berjudul Matahari. Penamaannya berdasarkan Klan-klan yang ada
dalam cerita dalam novel tersebut. Dengan begitu pembaca menjadi lebih mudah
memahami latar tempat yang digunakan penulis dalam cerita novel tersebut.
Namun bagi saya sendiri, novel berjudul ini bisa dikatakan cukup membosankan karena konflik yang terjadi dalam
cerita terlalu lama munculnya dan cara penulis menyampaikan permulaan konflik
yang terjadi kurang dapat menarik pembaca sehingga pembaca merasakan bosan
terlebih dahulu sebelum bagian yang menegangkan dimulai. Akan tetapi, pada
akhir cerita ada hal yang tidak terduga sehingga membuat cerita pada novel ini
menjadi menarik. Novel yang bertema
fantasi ini juga dapat mengajar para pembaca untuk membayangkan dunia paralel
yang tidak ada di dunia.
Akhir kata, saya berharap uraian diatas tentang buku berjudul Bulan ini
dapat bermanfaat. Mohon maaf bila ada kesalahan dan terima kasih.
Daftar Pustaka
Firdaus, Rahmat. Oktober 2016. resensi novel bulan. Diakses pada
tanggal 24 April 2017 dari https://www.bindoline.com/resensi-novel-bulan
Hakimiah, Zaitun. 29 Maret 2015. [Resensi]
Bulan - Tere Liye.
Diakses pada tanggal 24 April 2017
dari http://wamubutabi.blogspot.co.id/2015/03/resensi-bulan-tere-liye.html
Nur, Aida. 20 September 2016. Resensi Novel: Bulan – Tere Liye.
Diakses pada tanggal 24 April 2017
dari http://aidanfahmi.blogs.uny.ac.id/2016/09/20/resensi-novel-bulan-tere- liye/
Umami, Rizza. 12 Mei 2015. REVIEW NOVEL 'BULAN' (TERE LIYE).
Diakses pada tanggal 24 April 2017 dari
https://reviewumami.wordpress.com/2015/05/12/review-novel-bulan-tere- liye/
Wikipedia. 18 Juli 2016. Tere Liye(Penulis). Diakses pada tanggal
24 April 2017 dari
https://id.wikipedia.org/wiki/Tere_Liye_(penulis)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar