Senin, 08 Oktober 2018

The Legend of Prambanan Temple

Once upon a time, there was a beautiful Javaness princess named Roro Jongrang. She was the daughter of King Prabu Baka. One day, a handsome young man with super natural power, named Bandung Bondowoso killed Prabu Baka.
When Bandung Bondowoso saw princess Roro Jongrang, he fell in love and wanted to marry her. However, Princess Roro Jongrang didn’t want to marry Bandung because he had killed her father but, she was afraid of Bandung. So to refuse politely, she made a condition. “I will marry you but you have to build one thousand temples in one night as the wedding gift.” Requested Roro Jongrang. Surprisingly, Bandung agreed with this impossible condition. With the helped of the spirits of demons, Bandung Bondowoso started building the temples. Approaching midnight, the work was almost done. Roro Jongrang knew and thought, “What shall I do? Bandung is smarter than me. I will lose against him.” Suddenly she got an idea. She woke up all the women in the palace and ordered them to make noisy sounds of grinding rice so that the roosters would think it had already dawn. Of course, the roosters crowed and this made spirits of demon went away because they were afraid of the sun light. Bandung Bondowoso was confused on seeing the spirits of demon went away. The next morning, Roro Jongrang came to the temple, she count the temple, “There is only 999 temples, you failed to fulfill my condition.” Then Bandung became mad and turned Roro Jongrang into a statue with magic spell. He put Roro Jongrang’s statue on the top of the temple.
And now, we knew that temple as Roro Jongrang or Prambanan temple. The moral values from this legend are we shouldn’t cheat and we should be honest.

Example of Narrative Text

Pemahaman Novel Bulan Karya Tere Liye

PETUALANGAN DI KLAN MATAHARI DALAM BUKU BULAN
1.      Pendahuluan
         Buku berikut ini dikaji dan ditulis oleh Darwis. Darwis merupakan salah satu pengarang novel pria Indonesia yang cukup dikenal di kalangan masyarakat kalangan remaja. Beliau menggunakan nama penanya dalam menulis novel yaitu “Tere Liye”. Beliau sudah menulis novel sebanyak 23 buku. Beliau lahir di Sumatera Selatan pada tanggal 21 Mei 1979. Beliau berasal dari keluarga sederhana. Orang tuanya bermatapencaharian sebagai petani. Beliau tumbuh di pedalaman Sumatera Selatan. Pendidikan yang ditempuh di SDN 2 Kikim Timur Sumatra Selatan, SMPN 2 Kikim Timur Sumatera Selatan, SMUN 9 Bandar Lampung, dan Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. Ia mengisi waktunya setelah kuliah dengan kegiatan menulis buku-buku fiksi. Untuk novel berjudul Bulan yang terbit tahun 2015 ini merupakan sambungan dari novel berjudul Bumi yang terbit pada tahun 2014 yang ceritanya berlanjut ke Bulan dan berlanjut ke novel berjudul Matahari yang terbit pada tahun 2016. Beliau memiliki istri bernama Riski Amelia dan dua orang buah hati yaitu Abdullah Pasai dan Faizah Azkia.
         Buku yang dikaji ini berjudul Bulan yang ceritanya mengenai petualangan tiga orang remaja. Buku ini merupakan buku lanjutan dari buku dengan judul Bumi. Buku ini permata kali diterbitkan oleh PT Gramedia Pustaka Utama. Alamat penerbitnya adalah Kompas Gramedia Building Blok I, Lantai 5 di Jalan Palmerah Barat 29-37 Jakarta 10270. Buku ini diterbitkan pada tahun 2015 dan di terbitkan lagi tahun 2017 dengan cover barunya. Buku ini memiliki jumlah halaman sebanyak 400 halaman dan dengan tebal buku 2,5 cm. Ukuran buku ini dengan panjang yaitu 20 cm dan lebarnya 13,5 cm. Novel ini tergolong sebagai novel untuk dibaca oleh kalangan remaja.
         Buku ini menceritakan tentang petualangan tiga orang remaja yaitu Raib, Seli, dan Ali di Klan Matahari. Mereka datang ke Klan Matahari bersama dengan Av, Ily, dan Miss Selena untuk bernegosiasi agar Klan Matahari mau berkerjasama dengan Klan Bulan untuk menghadapi ancaman perang yang akan terjadi di dunia parallel. Mereka datang dan diterima di Klan Matahari dengan sangat baik pada saat pembukaan Festival Bunga Matahari, yaitu kompetisi mencari bunga matahari pertama.
         Namun ternyata ketua komsil Klan Matahari mempunyai rencana lain dibalik diterimanya mereka membuka pintu dunia parallel. Secara sepihak, Raib, Seli, Ali, dan Ily diminta ikut menjadi kontingen peserta ke-10 Festival Bunga Matahari. Mereka tidak bisa menolak permintaan ketua komsil Klan Matahari dan terpaksa ikut dalam festival tersebut. Karena hal tersebut, pihak Klan Matahari member mereka sedikit kemudahan dengan memberikan tunggangan berupa serigala putih yang berasal dari Klan Bulan dan diberi petunjuk pertama untuk menemukan bunga matahari tersebut. Mereka diberi waktu 9 hari untuk mencari bunga matahari yang pertama mekar dengan sisa 2 pentunjuk rahasia yang harus dipecahkan.
         Mereka menemui banyak rintangan tetapi juga menemui banyak bantuan di sepanjang perjalanan selama 9 hari. Diantaranya ketika mereka kelelahan saat baru memulai pencarian, mereka bertemu seorang penduduk lokal bernama Hana yang memberikan tempat berteduh dan bekal makanan. Setelah itu mereka menemui rintangan berupa gorila yang marah dan burung pemakan daging. Namun mereka berhasil melewati itu dengan selamat.
         Malamnya, mereka berhasil memecahkan petunjuk pertama yang berupa air terjun yang bersinar saat malam hari. Mereka bertemu dengan seorang pemburu dari timur yang mengantarkan mereka memecahkan petunjuk kedua yang berupa ikan yang memancarkan cahaya saat malam hari dan mengalahkan moster gurita. Mereka tersapu air bah lalu singgah di sebuah desa namun warga mengusir mereka karena warga beranggapan bahwa peserta festival bunga matahari yang datang ke desa mereka akan membawa bencana. Tetapi mereka bertemu dengan tabib desa tersebut yang memberikan petunjuk untuk petunjuk ketiga yang berupa jamur beracun yang mengeluarkan cahaya.
         Rintangan terakhir, mereka harus melewati lorong tikus tanah di bawah tanah yang sangat berbahaya juga bau. Mereka sempat berpikir bunga matahari pertama akan mekar di kota, namun pemikitan mereka salah. Raib bisa membaca alam dan menemukan maksud petunjuk ketiga adalah kebun perdu milik Hana. Sesampainya mereka di kebun Hana, ternyata ada kontingen lain yang sudah tiba namun mereka melakukan banyak kecurangan dalam festival tersebut. Ketua komsil mengetahui bahwa kontingen tersebut melakukan banyak kecurangan lalu mengdiskualifikasi mereka dan memutuskan pemenangnya adalah kontingen Raib.
         Rahasia besar baru saja terbuka. Bunga matahari yang pertama mekar tersebut ternyata mempunyai kekuatan yang sangat kuat dan luar biasa serta bisa mengabulkan permintaan apa saja bagi mereka yang memetik dan memegangnya sambil mengatakan keinginannya. Mengetahui tindakan jahat yang hendak dilakukan ketua komsil untuk menguasai Klan Matahari, sekuat tenaga Raib, Seli, Ali, Ily, dibantu dengan Av, Miss Selena, dan seorang anggota komsil berusaha menghalangi tindakan jahat ketua komsil. Mereka menang dan berhasil menjatuhkan ketua komsil ke penjara bayangan dan menutup akses ke sana selamannya.

2.      Festival Pencarian Bunga Matahari Pertama
          Dari 400 halaman dalam buku yang berjudul Bulan ini, terlihat bahwa   unsur yang sangat menonjol adalah unsur intrinsiknya yaitu latar tempatnya. Dapat kita lihat bahwa novel ini menampilkan peta Klan Matahari di akhir halaman buku tersebut. Dari peta Klan Matahari tersebut, pembaca bisa mengetahui mengenai bagaimana alur perjalanan yang ditempuh oleh tokoh-tokohnya yaitu Raib, Seli, Ali, dan Ily untuk menemukan bunga matahari dalam Festival Bunga Matahari selama beberapa hari. Dengan adanya peta tersebut, pembaca bisa mengerti  bagamana perjalanan yang dijalani dan tempat-tempat yang dilewati oleh tokoh-tokohnya tersebut dalam berpetualang untuk menemukan bunga matahari.
         Bicara soal kelebihan novel ini, tentu tidak akan jauh dari keahlian Tere Liye untuk menerapkan dan mengajak kita untuk memasuki dunia yang ada dalam novel tersebut. Dunia paralel dimana terbagi menjadi tiga buah Klan yaitu Klan Bumi, Klan Bulan, dan Klan Matahari. Dalam novel ini, menceritakan petualangan tiga orang sahabat yaitu Raib, Seli, dan Ali. Mereka bertiga bersama Av, Ily, dan Miss Selena menjelajahi kembali dunia paralel. Dari sana, imajinasi pembaca didorong. Misalnya ketika mereka baru tiba di Klan Matahari dan menonton pembukaan festival bunga matahari. Pembaca bisa berimajinasi seperti apa festival yang terjadi dalam cerita tersebut.
         Berdasarkan alurnya, alur yang digunakan dalam buku ini adalah alur maju dan alur mundur. Akan tetapi, alur dalam buku ini didominasi dengan alur maju. Dengan menggunakan alur maju, pembaca lebih mudah mengikuti cerita yang terjadi dalam novel tersebut. Cerita dalam buku Bulan ini termasuk cukup mudah diikuti oleh pembaca walaupun  ini merupakan buku lanjutan dari buku yang berjudul Bumi. Walaupun para pembaca tidak membaca buku pertamanya yang berjudul Bumi, saya bisa memahami bagaimana dan mengapa ceritanya bisa seperti ini didalam bagian awal novel ini diceritakan dan menjelaskan beberapa informasi penting dalam novel sebelumnya yaitu novel berjudul Bumi yang perlu pembaca ketahui untuk mengerti serta memahami apa yang terjadi pada tokoh-tokoh dalam cerita sebelumnya.
          Dalam novelnya juga terdapat nilai kebijaksanaan alam dalam ceritanya dibalut kelihaiannya meramu kata-kata. Novel ini membagikan pada kita bayangan dunia parallel yang aneh tetapi canggih. Setting yang kuat dan cerdas.  Dengan bayangan tersebut, buku ini mengajak pembaca untuk membayangkan bagaimana dunia parallel dan petualangan yang dialami oleh tokoh-tokohnya.
         Tidak hanya nilai kebijaksanaan tetapi terlihat juga nilai persahabatan dari Raib, Seli dan Ali. Mereka memiliki sifat dan kepribadian yang berbeda-beda tetapi mereka tetap cocok satu sama lain. Contohnya Raib, ia merupakan anak yang baik hati, sabar dan bijak dan Seli merupakan anak yang penakut tetapi penyayang, hal tersebut dapat dilihat dari kepeduliannya terhadap Ali dan Raib. Sedangkan Ali merupakan anak yang jenius, pemalas, nekat, ingin tahu, suka seenaknya sendiri, dan terlalu percaya diri, contohnya ketika ia berdebat dengan guru biologi, Pak Gun di kelas. Walaupun terkadang mereka berselisih pendapat tetapi mereka tetap bersama dan saling memahami. Kita juga dapat melihat tokoh lainnya seperti Ily. Ily adalah tokoh yang berasal dari Klan Bulan, ia adalah tokoh yang pintar, ulet, peduli, ketahanan tinggi, dan memiliki strategi berperang baik. Terlihat didalam salah satu bab ketika mereka baru saja tiba di Klan Matahari, ketika mereka diminta untuk menaiki nampan terbang. Raib agak ragu untuk menaiki nampan tersebut karena sebelumnya ia menaiki benda yang sejenis itu dan ia terjatuh ketika berada di Klan Bulan. Lalu Ilypun menyadari hal itu dan menawari untuk membantu Raib menaiki nampan terbang tersebut.
         Tentu saja dalam setiap hal apapun, tidak ada hal yang bisa dikatakan benar-benar sempurna seperti kata sebuah pepatah yaitu tiada gading yang tak retak dan tidak ada manusia yang sempurna. Dari 400 halaman novel ini, pastinya terdapat kekuragan-kekurangan. Contohnya berdasarkan penggunaan kata-kata dalam penulisan buku  ini, saya melihat bahwa penulis terlalu sering menggunakan kata-kata yang sama dan bagi saya hal ini agak menjenuhkan. Kata-kata yang sering digunakan berulang kali adalah kata-kata seperti ‘terbaik’, ‘paling …’, atau ‘lebih dari cukup’ dan masih ada banyak lagi.
         Berdasarkan cerita dalam buku ini, penceritaan pada permulaan bab-bab sebenarnya cukup asyik dan menarik. Tetapi saya merasa bahwa banyak pola yang sama sehingga terasa seperti diulang di bab-bab berikutnya dan membuat saya bosan. Ceritanya dalam buku tersebut juga kurang dapat memdorong pembaca untuk terus membaca cerita. Saya membaca bab awal ketika mereka datang ke Klan Matahari dan diminta untuk mengikuti Festival Bunga Matahari. Setelah itu, saya mulai merasa malas dan jenuh membaca ceritanya.
         Dalam ceritanya, dibeberapa bagian penulis terlalu banyak menjelaskan latar tempat dimana tokoh-tokoh tersebut berada. Penjelasan mengenai latar tempatnya terlalu detail dan terkadang menjelaskan hal yang tidak terlalu perlu untuk dijelaskan kepada para pembaca. Di sisi lainnya, konflik dalam cerita ini muncul terlalu lama sehingga pembaca menjadi jenuh duluan sebelum konfliknya muncul.
         Berdasarkan dialog antara keempat tokoh, Raib, Seli, Ali dan Ily selama petualangan rawan kejanggalan. Raib dan Ali bisa bicara pada Ily menggunakan bahasa bulan. Namun keduanya tidak paham bahasa matahari. Untuk bisa memahami orang-orang dari Klan Matahari mereka mesti meminta bantuan Seli menerjemahkan. Selain itu, Seli tidak bisa bicara dengan Ily, karena Ily hanya bisa bahasa bulan, tapi entah kenapa di beberapa bagian buku ini sesekali Ily merespon apa yang dikatakan Seli. Kalau bukan merespon, saya lihat dia menunjukkan kepahaman. Aneh, bukan? Lalu ada adegan yang merusak logika cerita. Seseorang yang tinggal di dunia Klan Matahari, di suatu hutan, bertemu dengan mereka. Orang itu sampai sekarang mengira keempat anak yang ia temui adalah kontingen asli dari Klan Matahari. Padahal, mestinya ketika mereka berdialog, orang itu paham hanya dengan melihat Seli yang terus menerjemahkan kalimat pada ketiga temannya. Apa dia tidak penasaran sewaktu hanya bisa bicara pada satu dari keempat orang?

3.      Penutup
         Berangkat dari cover buku, awal halaman hingga akhir halaman nuku berjudul Bulan ini, saya dapat melihat dan menyimpulkan bahwa cover buku ini sangatlah menarik dan terlihat memiliki nilai sastra yang cukup tinggi tetapi setelah saya membaca novel ini. Isi dari novel ini tidak memiliki nilai sastra yang tinggi seperti apa yang saya lihat pada covernya. Buku ini cukup menarik untuk pembaca kalangan remaja karena buku ini menceritakan sebuah kisah petualangan tiga orang remaja di Klan Matahari. Ketiga orang remaja itu bersama satu temannya berpetualang untuk mencari bunga matahari pertama dalam rangka mengikuti Festival Bunga Matahari.
         Berdasarkan penglihatan saya, novel berjudul Bulan ini bisa dikatakan cukup bagus. Terlihat dan terbukti bahwa novel ini diterbitkan lagi dengan cover baru di kemudian harinya. Banyak pembaca yang terdengar cukup puas setelah membaca novel ini dan penasaran cerita lanjutan dari novel ini. Cerita dalam novel ini juga tidak hanya dalam satu novel tetapi berjalan dengan tiga novel yaitu berawal dari Nove berjudul Bumi ke novel berjudul Bulan dan yang terakhir novel berjudul Matahari. Penamaannya berdasarkan Klan-klan yang ada dalam cerita dalam novel tersebut. Dengan begitu pembaca menjadi lebih mudah memahami latar tempat yang digunakan penulis dalam cerita novel tersebut.
         Namun bagi saya sendiri, novel berjudul ini bisa dikatakan cukup  membosankan karena konflik yang terjadi dalam cerita terlalu lama munculnya dan cara penulis menyampaikan permulaan konflik yang terjadi kurang dapat menarik pembaca sehingga pembaca merasakan bosan terlebih dahulu sebelum bagian yang menegangkan dimulai. Akan tetapi, pada akhir cerita ada hal yang tidak terduga sehingga membuat cerita pada novel ini menjadi menarik.  Novel yang bertema fantasi ini juga dapat mengajar para pembaca untuk membayangkan dunia paralel yang tidak  ada di dunia.
         Akhir kata, saya berharap uraian diatas tentang buku berjudul Bulan ini dapat bermanfaat. Mohon maaf bila ada kesalahan dan terima kasih.

Daftar Pustaka


Firdaus, Rahmat. Oktober 2016. resensi novel bulan. Diakses pada tanggal 24        April 2017 dari https://www.bindoline.com/resensi-novel-bulan
Hakimiah, Zaitun. 29 Maret 2015. [Resensi] Bulan - Tere Liye. Diakses pada         tanggal 24 April 2017 dari             http://wamubutabi.blogspot.co.id/2015/03/resensi-bulan-tere-liye.html
Nur, Aida. 20 September 2016. Resensi Novel: Bulan – Tere Liye. Diakses pada     tanggal 24 April 2017 dari             http://aidanfahmi.blogs.uny.ac.id/2016/09/20/resensi-novel-bulan-tere-        liye/
Umami, Rizza. 12 Mei 2015. REVIEW NOVEL 'BULAN' (TERE LIYE). Diakses    pada tanggal 24 April 2017 dari             https://reviewumami.wordpress.com/2015/05/12/review-novel-bulan-tere-   liye/
Wikipedia. 18 Juli 2016. Tere Liye(Penulis). Diakses pada tanggal 24 April 2017    dari https://id.wikipedia.org/wiki/Tere_Liye_(penulis)


Resensi Buku “Keluarga Super Irit 1”



Judul : Keluarga Super Irit 1
Sub-judul : Perjuangan Keluar dari Kemiskinan
Penulis : E-room
Ilustrasi : Ryu , Soo-hyung
Pengalih bahasa : Ivana Tamrin
Penyuting : Dian Rakhmawati Sumarsana
Penyelaras akhir :Cherryl Rosa
Penata letak : Sugeng Sriadi
Redesain cover : Aditya Ramadita
Penerbit : PT Bhuana Ilmu Populer
Cetakan : Jakarta , 2013
Tebal : 216 Halaman

             Judul dan cover buku ini sangatlah menarik untuk dibaca. Dari judulnya saja, para pembaca bisa mengetahui materi apa yang ada di dalam buku tersebut. Buku ini merupakan salah satu buku pendidikan yang baik di baca untuk anak-anak apalagi, buku ini berupa komik jadi anak-anak yang membaca buku ini tidak akan merasa bosan sehingga mereka bisa lebih semangat dalam belajar dengan membaca.

          Dalam buku ini, banyak pertanyaan yang jawabannya bisa ditemukan seperti: Apa yang harus dilakukan untuk menjadi orang kaya?, Apakah harus mencari banyak uang?, Bagaimana caranya?, dan Apakah kita perlu menjadi kikir untuk menjadi kaya? Penulis buku ini adalah  E-room. Beliau berasal dari Korea Selatan, Seoul. Beliau membuat buku ini supaya anak-anak bisa memiliki kesadaran masing-masing untuk berhemat dalam keuangan. Buku ini juga merupakan sebuah buku panduan praktis yang membantu kita untuk manjadi orang hemat dan kaya. Banyak hal yang bisa kita pelajari dari membaca buku ini. Beberapa hal yang bisa kita pelajari dari buku ini yaitu cara mendaur ulang barang-barang, bekerja paruh waktu dengan kekuatan sendiri, memanfaatkan barang sebaik-baiknya, mengelola, menabung, dan membuat catatan tentang uang.

          Buku ini menceritakan tentang kehidupan keluarga Bindae untuk keluar dari kemiskian. Keluarga Bindae adalah keluarga kikir versi modern. Keluarga Bindae yang mengalami kesulitan dalam ekonomi keluarga, harus pindah ke rumah tanpa kamar,dan lalu mereka membuat target untuk pindah ke rumah dengan 2 kamar. Papa Bindae pergi ke kantor menggunakan sepeda karena tidak mau menambah ongkos, Mama Bindae yang memasang gembok pada kulkas untuk menghemat listrik, serta anak-anak yang suka mendaur ulang alat perlengkapan yang sudah dibuang dan bekerja paruh waktu dengan kekuatan sendiri! Kehidupan hemat keluarga Bindae yang ekstrem dan drastis dimulai.

          Buku ini tidak hanya menceritakan perjuangan hidup keluarga Bindae untuk keluar dari kemiskinan tetapi buku ini juga mengajarkan berbagai tips untuk berhemat dan menjadi orang kaya. Dari buku ini, kita bisa banyak belajar untuk mengatur keuangan kita dalam keseharian. Buku ini tidak hanya di tujukan kepada anak-anak tetapi buku ini juga ditujukan bagi orang-orang yang tidak menghargai uang. Jadi, dengan membaca buku ini kita bisa belajar untuk mulai berhemat untuk masa depan yang lebih baik.