- King Cobra atau Raja Kobra memiliki nama latin : Ophiophagus Hannah.
- King Cobra paling panjang tercatat berukuran 5,5m ketika di tangkap di Malaysia pada tahun 1937. Ular ini di kirim ke Kebun Binatang London, ular ini tumbuh menjadi 5,7m. Ketika Perang Dunia II pecah pada tahun 1939, penjaganya membunuh ular ini, karena khawatir ular ini akan lolos kalau kebun binatang ini terkena bom.
- King Cobra kebal terhadap racun dari spesiesnya sendiri, jadi bila ular ini saling menggigit racun itu tidak berpengaruh.
- Seorang penjaga kebun binatang pernah menempatkan Raja Kobra dalam kurungan dan bermalam dengan 6 ekor Kobra yang lebih kecil. Pagi berikutnya keenam ekor Kobra yg lebih kecil sudah habis dimakan.
- Setelah makan besar , Raja Kobra dapat melewatkan beberapa minggu tanpa perlu berburu lagi.
- Data :
*Berat :5-6 kg
*Mangsa :Ular lain(termasuk yg beracun), beberapa kadal.
*Tipe Serangan :Gigitan Tunggal.
*Racun :Racun disuntikan lewat taring ; mematikan kecuali dengan cepat diobati dengan antivenin.
*Rentang Hidup :Sekitar 20 tahun.
*Tempat Hidup :di hutan, daerah tropis, subtropis, dan semak-semak lebat di seluruh anak benua India dan Asia Selatan serta Asia Tenggara, termasuk Cina Selatan.
- Anggota Tubuh :
*Mulut :Tulang Rahang Kobra hanya berhubungan secara longgar, jadi rahang itu dapat di renggangkan cukup lebar untuk menelan mangsa kerukuran besar secara utuh.
*Tudung :Ular ini mengembangkan tudungnya dengan melenturkan tulang iga di daerah leher.
*Mata :Seperti semua ular, Raja Kobra tidak mempunyai kelopak mata, jadi matanya tetap terbuka dan waspada bahkan sewaktu ular itu tidur.
*Taring :Taring berongga tidak dapat di lipat, berada di bagian depan rahang atasnya. Panjang taring ini mencapai sekitar 1,25cm -lebih dari cukup untuk menusuk kulit ular lain.
